Manusia tidak dapat melepaskan diri dari ruang dan waktu.
Mereka mengenal masa lalu, kini, dan masa depan. Pengenalan
manusia tentang waktu berkaitan dengan pengalaman empiris dan
lingkungan. Waktu adalah bagaikan sungai yang mengalir ke seluruh
penjuru sejak dahulu kala, membangkitkan semangat atau
meninabobokan manusia. waktu diam seribu bahasa, sampai-sampai
manusia sering tidak menyadari kehadiranya dan melupakan nilainya.
Di dalam Al-Qur‟an istilah waktu ditunjukan dalam beberapa trem,
salah satu yang paling populer dalam pembicaraan mengenai tema
waktu di dalam Al-Qur‟an adalah kata sa’a>h dan waqt.
Berdasarkan Persoalan di atas, tujuan dalam penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana makna sa’a>h dan waqt dalam AlQur‟an denagn menggunakn teori Makkiyah Madaniyah Theodor
Noeldeke-Schwally. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui
terminologi kata sa’a>h dan waqt dalam Al-Qur‟an serta
penggunaannya. Dalam hal ini metode nuzuli-tematik menjadi dasar
dari penelitian dalam menafsirkan ayat-ayat sa’a>h dan waqt, dengan
menentukan tema terlebih dahulu kemudian menganalisis sesuali
dengan teori Makkiyah Madaniyah Theodor Noeldeke-Schwally.
Hasil penelitian yang ditemukan menyatakan, bahwa secara
terminologi, kata sa’a>h ditemuakan sebanyak 48 kali, dengan
pembagian empat periode versi Noeldeke dan Schwally yakni, periode
Makkah Awal kata sa’a>h disebut 1 kali yang bermakna hari kiamat,
perode Makkah tengah kata sa’a>h disebut 14 kali yakni menekankan
pada makna yang tertuju pada hari kiamat, periode Makkah Akhir kata
sa’a>h disebut 19 kali, lafad sa’a>h bermakna hari kiamat kemudian
memperkaya dengan makna yang lainnya. Diantaranya adalah
mengenai bermacam-macam waktu, ada waktu yang menujuk pada
periode usia manusia, selanjutnya waktu yang menunjuk periode satu
waktu dalam satu hari, kemudian waktu yang menunjuk pada
datangnya hari kiamat, dan periode Madinah kata sa’a>h disebut 6 kali
lafad sa’a>h masi mengarah kepada makna yang menegaskan periode
sebelumnya yaitu kiamat, juga ditemukan variasi baru lafad sa’a>h
iv
yakni menunjukan waktu atau periode bergulir dan berputarnya roda
kehidupan, yang menunjukan adanya waktu-waktu sulit dan waktuwaktu mudah.
Sedangkan kata waqt dengan derivasinya ditemuakn 12 kali.
Pada periode Makkah Awal kata waqt muncul 2 kali yang bermakna
waktu yang sudah pasti dan waktu atau tempat sesuatu, perode Makkah
tengah kata waqt muncul 4 kali masi menujukan kepada waktu yang
sudah pasti, dan makna waktu dan tempat yang sudah pasti, periode
Makkah Akhir kata waqt disebut 4 kali mengarah kepada makna yang
menegaskan periode sebelumnya dan ditemukan kata waqt dengan
makna yang lainnya. Diantaranya adalah waqt diartikan sebagai kadar
waktu tertentu untuk melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan,
selanjutnya kata waqt bermakna waktu yang menunjuk pada
kedatangan hari kiamat, periode Madinah kata waqt disebut 2 kali,
bermakna sama seperti pada periode Makkah akhir yakni batas akhir
peluang untuk menyelesaikan suatu aktivitas.