Abstrak

Qira’ah Sab’ah erat kaitannya dengan ungkapan Rasulullah tentang diturunkannya Alqur’an dengan beragam bacaan. Sebagai konsekuensi dari beragam lahjah yang ada, menyebabkan timbulnya pelafalan yang berbeda dalam membaca Alqur’an yang pada akhirnya menimbulkan model atau cara membaca Alqur’an yang disebut sebagai mazhab qira’at. Perbedaan bacaan tersebut adakalanya mempengaruhi penafsiran, sehingga kaitannya dengan ayat-ayat fiqih dapat berpengaruh terhadap istinbat hukum. K.H. Ahmad Sanusi adalah seorang mufassir yang memasukkan qira’ah sab’ah pada lafaz yang mempunyai ragam bacaan. Kitab tafsir yang ia tulis disertai ragam bacaan tersebut adalah Malja al-Talibin, ia mencantumkan bacaan para Imam qira’a>h sab’ah berikut dengan para perawinya terhadap suatu lafaz} yang mempunyai ragam bacaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyajian qira>’ah sab’ah dalam kitab tafsir Malja al-Talibin dan pemikiran K.H. Ahmad Sanusi dalam signifikansi qira’at dan ayat-ayat fiqih. Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan metode deskriptif-analisis yaitu menggambarkan atau menjelaskan penafsiran-penafsiran yang berkaitan dengan penelitian ini, kemudian dikritisi, yaitu menggali makna-makna yang terkandung dalam penafsiran ayat. Kesimpulan dari penelitian adalah: Pertama, karakteristik kitab tafsir Malja al-Talibin yang meliputi: (1) Aspek Penulisan Tafsir, diantaranya: sistematika penyajian tafsir adalah secara runtut yang mengacu pada model mus}haf standar, bentuk penyajian tafsir menggunakan penyajian secara global (ijmali), gaya bahasa menggunakan gaya bahasa penulisan populer, bentuk penulisan tafsir tergolong ke dalam bentuk penulisan ilmiah, sifat mufassir adalah individu, asal-usul literatur tafsir adalah tertuju pada kepentingan non-akademik, dan sumber rujukan dalam kitab tafsir Malja al-Talibin adalah kitab-kitab tafsir yang mu’tamad (standar), (2) Aspek Hermeneutika Tafsir, diantaranya: tampaknya K.H Ahmad Sanusi cenderung memakai metode penafsiran riwayat, tergolong dalam nuansa tafsir sosial kemasyarakatan, dan pendekatan tafsir tergolong ke dalam pendekatan tekstual. Kedua, penyajian qira’ah sab’ah dalam kitab tafsir Malja al-Talibin yang dipakai K.H Ahmad Sanusi adalah ia menjelaskan perbedaan qira’at dengan menulis kata atau kalimat yang berbeda bacaannya dalam satu ayat menurut riwayat Imam yang tujuh atau para perawinya. Ketiga, dalam beberapa kasus terdapat perbedaan qira’at yang berpengaruh terhadap istinbat hukum dalam kitab tafsir Malja al-T{alibin, seperti pada surat Al-Baqarah: 222, Al-Nisa: 43 dan Al-Maidah: 6. Berdasarkan penafsiran K.H. Ahmad Sanusi tentang tiga ayat tersebut tampaknya dalam masalah fiqih ia cenderung bermazhab Syafi’i. Kata Kunci: Qira’ah Sab’ah, Malja> al-Talibin, K.H. Ahmad Sanusi